Kendati positif, Direktur Utama Bank Jatim Hadi Sukrianto mengaku belum puas karena upaya perseroan menyasar sektor pembiayaan mokro dianggap kurang optimal. Perlu diketahui bahwa angka NPL Bank Jatim pada tahun 2014 yang sebesar 3,31 persen berada di atas rata-rata NPL industri sebesar 2,28 persen pada periode yang sama.
"Karena NPL di sektor kredit mikro itu 0,00 persen, jadi kami akan terus konsentrasi di pembiayaan sektor ini. Bahkan untuk tahun ini kami akan tingkatkan pembiayaan mikro menjadi Rp 1 triliun, atau naik dari angka outstanding di tahun 2014 yang sebesar Rp 264,08 miliar," ujar Hadi Sukrianto di Jakarta Rabu (11/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai informasi, proporsi kredit Bank Jatim masih didominasi oleh kredit konsumer sebesar Rp 16,71 triliun atau 63,8 persen dari total pembiayaan. Sektor tersebut kemudian disusul oleh pembiayaan bagi sektor komersial dengan nilai Rp 5,18 triliun atau sebesar 19,7 persen dari total pembiayaan pada tahun 2014 yang mencapai Rp 26,19 triliun.
Kedepannya, Bank Jatim akan membidik pembiayaan mikro di bidang perdagangan mengingat aktifitas usaha nasabah yang paling utama bergerak di bidang tersebut. (ags)