"Kalau PLN tidak mampu membangun (pembangkit) 10 ribu Megawatt (MW) akan dikurangi jadi 5 ribu MW. Kami sedang mengarahkan PLN untuk menjadi services company," ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Kamis (12/3).
Jarman, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menambahkan, rencana untuk menjadikan PLN sebagai service company bakal dilakukan secara bertahap dalam 10 tahun mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Arahnya memang kesana. Coba dilihat, sekarang PLN sudah mulai berkonsentrasi ke pembangunan transmisi, distribusi dan services jaringan listrik. Ini dilakukan karena semua proyek pembangkit akan diberikan ke swasta. Di Filipina sendiri konsep seperti ini sudah lama diterapkan," tutur Jarman.
"Sekarang sudah kelihatan, dari 35 ribu MW sebanyak 25 ribu MW dibangun oleh IPP. Sementara PLN hanya 10 ribu MW. Trennya memang kesana," ujar Agung.
Pemerintah Tentukan Harga Beli Listrik
Akan tetapi, ditengah rencana tersebut pemerintah menegaskan bahwasannya penentuan tarif pembelian listrik PLN dari IPP akan berada di tangan Kementerian ESDM.
"Kan sudah ada aturannya. Kalau dirasa ada penyesuaian, tentunya pemerintah yang akan putuskan (tarif)," tandas Jarman. (gen)