Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbang KP) Achmad Poernomo menjelaskan fenomena banyaknya lahan padi yang berubah fungsi berpotensi mengancam kedaulatan pangan nasional. Oleh karena itu Balitbang KP menawarkan program udang galah bersama padi (Ugadi) untuk meminimalisasi alih fungsi lahan tersebut.
Achmad menjelaskan dengan menebar udang galah di sawah, maka ada sejumlah manfaat yang bisa dirasakan petani. Antara lain pendapatan petani dari lahan yang digunakan untuk membudidaya udang sekaligus menanam padi dipastikan bertambah. Langkah tersebut juga bisa menyiasati keterbatasan lahan untuk budidaya udang yang selama ini dikeluhkan petambak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai proyek percontohan program tersebut, Achmad menyebutkan KKP telah membuat kesepakatan tebar benih udang galah GI Macro II pada sawah petani di Dusun Ngelo, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman. Proyek tersebut didukung oleh Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman yang akan membantu melakukan sosialisasi program Ugadi di Yogyakarta dan sekitarnya.
Sebelumnya BPS mengumumkan bahwa jumlah produksi padi nasional sepanjang 2014 diperkirakan mengalami penurunan sebesar 0,63 persen menjadi 70,83 juta ton dari realisasi produksi 2013 sebanyak 71,28 juta ton.
Deputi Bidang Statistik Distribusi Barang dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo mengungkapkan penurunan jumlah produksi padi kemungkinan besar disebabkan oleh berkurangnya luas lahan panen sebanyak 41.612 hektare menjadi 13,79 juta hektare dari sebelumnya 13,83 juta hektare.
Sasmito mencatat, berkurangnya luas sawah terjadi di Pulau Jawa seluas 66.843 hektare menjadi 6,4 juta hektare dari sebelumnya 6,46 juta hektare. Kondisi tersebut mengakibatkan penambahan luas sawah di luar Pulau Jawa seluas 25.231 hektare menjadi 7,39 juta menjadi tidak berarti karena luar lahan panen secara keseluruhan berkurang.
“Akibatnya penurunan produksi padi tahun lalu terjadi di Pulau Jawa sebesar 0,83 juta ton, sedangkan produksi padi di luar Pulau Jawa mengalami kenaikan sebanyak 0,39 juta ton,” kata Sasmito.
Berdasarkan Provinsi, penurunan produksi padi terbesar terjadi di Jawa Tengah, Jawa Barat, Aceh, Sumatera Utara, dan Nusa Tenggara Barat. (gen)