“Mengingat kuatnya kompetisi di industri penerbangan seharusnya pemerintah tidak perlu mengatur harga,” kata Direktur Umum dan CEO IATA Antony Tyler dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (13/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tyler menilai aturan penetapan tarif Menteri Perhubungan Ignasius Jonan adalah suatu pendekatan yang mulia karena latar belakang diberlakukannya aturan tersebut adalah untuk memberikan ruang finansial yang lebih, khususnya bagi maskapai bertarif rendah (low cost carrier/ LCC) agar dapat meningkatkan standar keselamatan operasionalnya.
Oleh karena itu, Tyler cukup skeptis adanya peraturan tersebut akan berdampak pada meningkatnya keselamatan dan keamanan penerbangan Indonesia. Alih-alih mengatur tarif, sebaiknya pemerintah mengawasi industri penerbangan agar kegiatan operasionalnya dapat berjalan dengan baik dan mendorong maskapai memenuhi standar internasional keamanan dan keselamatan.
Tyler percaya pada akhirnya kekuatan pasarlah yang akan menentukan tarif tersebut. “Karena sangat sulit untuk mengenakan tarif lebih untuk layanan, jika orang tidak mau membayar harga tersebut, mereka tidak akan membayar. Mereka tidak akan membayar tiket, mereka tidak akan membayar harga yang tinggi, dan mereka tidak akan bepergian,” tuturnya. (gir/gir)