Sebagai informasi, empat negara baru sudah dipastikan warganya dapat menikmati fasilitas bebas visa yaitu dalam waktu dekat Tiongkok, Korea Selatan, Rusia, dan Jepang. Inaca menilai hal tersebut bakal mendorong industri pnerbangan domestik.
“Kalau benar asumsinya dengan bebas visa ke 4 negara tersebut otomatis akan meningkatkan turis-turis dari 4 negara tersebut ke Indonesia tentu akan memberikan dampak positif (bagi industri penerbangan tanah air),” kata Ketua Penerbangan Berjadwal INACA Bayu Sutanto kepada CNN Indonesia, Senin (16/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Negara-negara ASEAN juga bebas visa ke RI tapi yang terjadi lebih banyak turis RI yang ke Bangkok, Malaysia dan Singapore,” kata Bayu.
Menurut Bayu, cara untuk meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara tidak hanya melalui fasilitas pembebasan visa tetapi dapat melalui proses pengurusan visa yang lebih cepat dan mudah dengan biaya yang wajar serta perpanjangan masa berlaku visa tersebut.
Maskapai Tanah Air Siap Menghadapi Lonjakan Pelancong
Dalam kesempatan yang sama Bayu juga menyatakan maskapai tanah air siap menerima lonjakan jumlah pelancong asing di Indonesia. "Kalau industri (penerbangan domestik) sih siap-siap aja, enggak ada masalah," ujar Bayu.
Meskipun demikian, Bayu menyoroti kecenderungan pelancong dari negara maju masih memilih Bali sebagai daerah tujuan wisata. Hal tersebut menggambarkan industri pariwisata tanah air belum tergali secara optimal.
“Yang jadi masalah, destinasi turis asing 90 persen masih ke Bali untuk turis negara-negara maju. Untuk turis ASEAN mungkin masih ada yang ke Bandung, Jogja dan lainnya,” tuturnya. (gir/gir)