Meski demikian, Polri menegaskan bahwa dari catatan administrasi visa dan paspor 16 warga tersebut, kepolisian tidak menemukan kesalahan atau penyalahgunaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Interpol Turki yang dimintai bantuan pencarian juga belum memberikan perkembangan yang signifikan. Karenanya, 16 WNI tersebut masih dalam status 'hilang'. Namun, Rikwanto menegaskan, mereka hilang dengan kondisi sadar.
Sebelumnya, 16 WNI tersebut datang ke Turki sebagai wisatawan dengan menggunakan penyedia jasa perjalanan, Smailing Tour, bersama 25 orang lainnya, pada 24 Februari lalu. Adapun, belasan orang itu terdiri dari tiga keluarga besar serta dua orang yang tidak mempunyai hubungan keluarga.
Setelah tiba di Istanbul, mereka memisahkan diri, mengaku ada urusan keluarga dan akan kembali pada 26 Februari. Seperti dijanjikan, pada 26 Februari ketua rombongan menelepon salah satu dari 16 orang tersebut, namun mereka mengatakan urusan belum selesai dan nanti akan bergabung di bandara saat pulang. (meg)