"Hari ini RUPST mengangkat Achmad Baiquni sebagai Direktur Utama BNI yang baru. Selain itu, nantinya beliau akan ditemani beberapa jajaran direksi lainnya yang juga merupakan wajah-wajah baru," ujar Gatot selepas RUPST BNI di Jakarta, (17/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum ditunjuk sebagai Direktur Utama BNI, Achmad Baiquni merupakan Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BRI). Selain Achmad, mantan direksi BRI lain yang juga masuk jajaran direksi BNI yang baru adalah Suprajarto, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jaringan dan Layanan BRI.
Lebih lanjut, selain dari BRI, terdapat dua nama lagi yang berasal dari perusahaan lain. Rico Rizal Budidarmo tercatat terakhir kali menjabat sebagai Direktur PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). Sementara, Herry Sidharta diketahui sebelumnya menjabat sebagai Direktur Perum Jamkrindo.
Sebelumnya, pengamat memprediksi PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BNI) bakal mengalami perombakan manajemen mencapai 60 persen. Hal itu merespon dari rencana pemerintah merombak manajemen beberapa bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Analis PT Mandiri Sekuritas Tjandra Lienandjaja menjelaskan, berdasarkan regulasi, direksi BUMN hanya dapat dipilih maksimal dua kali dan tiap masa jabatannya 5 tahun. Jika diangkat pada pertengahan masa jabatan, maka dianggap sebagai satu kali masa jabatan.
“Beberapa direksi BRI sudah tidak menjabat lagi dan BNI akan mengalami pergantian manajemen sebesar 60 persen,” ungkapnya dikutip dari riset pada Selasa (17/3).
Berikut Susunan Direksi BNI Masa 2015-2019
Direktur Utama: Achmad Baiquni.
Wakil Direktur Utama: Suprajarto.
Direktur: Rico Rizal Budidarmo.
Direktur: Herry Sidharta.
Direktur: Adi Sulistyowati.
Direktur: Bob Tyasika Ananta.
Direktur: Anggoro Eko Cahyo.
Direktur: Imam Budi Sarjito.
Direktur: Sutanto. (gir/gir)