BNI Gelar RUPS, Rizal Ramli Dapat Jatah Kursi Komisaris Utama

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Selasa, 17/03/2015 15:05 WIB
BNI Gelar RUPS, Rizal Ramli Dapat Jatah Kursi Komisaris Utama Dr. Rizal Ramli lahir di Padang, Sumatera Barat, 10 Desember 1954 pernah menjabat Menteri Koordinator bidang Perekonomian dan Menteri Keuangan pada Kabinet Persatuan Nasional dimasa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid. (CNN Indonesia/detikFoto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) merombak jajaran direksi dan komisaris. Dalam jajaran pengawas bank pelat merah itu, nama Rizal Ramli masuk sebagai Komisaris Utama.

"Selain mengangkat Rizal Ramli, jabatan Wakil Komisaris Utama akan dipegang oleh Pradjoto yang merupakan Ketua Dewan Etik Perbanas. Susunan RUPST ini tentunya sudah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan," jelas Mantan Direktur Utama BNI Gatot M. Suwondo selepas RUPST, Selasa (17/3).

Baca juga: Direksi BNI Dirombak, Gatot Suwondo Lengser


Selain Rizal Ramli dan Pradjoto, masuk juga sejumlah nama baru dalam struktur dewan komisaris BNI, yakni Mantan Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati, mantan Direksi Bank Danamon  Joseph Fellipus Peter Luhukay, Dosen Universitas Trisakti Pataniari Siahaan, mantan Dirut bank Mandiri Zulkifli Zaini, dan Akademisi UGM Revrisond Basywir.

Sebelum RUPST, jajaran komisaris BNI dihuni oleh Peter B. Stok, Tirta Hidayat, Achil Ridwan Djajadiningrat, Fero Poerbonegoro, Bangun Sarwito Kusmuljono, Daniel T Sparringa, A. Pandu Djajanto, dan Kiagus Ahmad Badaruddin. Dengan demikian hanya jabatan Kiagus dan Daniel Sparringa yang aman, selebihnya tak lagi menjabat di BNI.

Kritikus Ekonomi

Rizal Ramli merupakan ekonom sekaligus politisi vokal, yang pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Perekonomian dan Menteri Keuangan di era pemerintahan Abdurahman Wahid (Gus Dur) dan Megawati Soekarnbo Putri. Sebelum itu, dia menjabat sebagai Kepala Bulog selama 15 bulan.

Di bawah bendera organisasi Komite Bangkit Indonesia (KBI) yang diketuainya, Rizal kerap mengkritisi kebijakan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, yang merupakan kegiatan rutinnya di era Orde Baru.

Rizal tercatat juga pernah mendirikan lembaga think-tank ECONIT Advisory Group bersama rekan politiknya dari partai banteng, Laksamana Sukardi.

ECONIT sendiri saat ini dipimpin oleh ekonom Hendri Saparini, yang belum lama ini ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. Dalam jajaran perusahaan telekomunikasi BUMN ini, Hendri ditemani oleh Dolfie Othniel Frederic Palit, yang merupakan mantan Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan.

Baca juga: Politisi PDIP Dolfie Othniel Frederic jadi Komisaris Telkom

(ags/gir)




ARTIKEL TERKAIT