Kesepakatan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilakukan pada hari Selasa, (17/3).
"Dalam RUPST ini, kami menyepakati bahwa 25 persen dari laba bersih tahun 2014 yang sebesar Rp 10,78 triliun, akan kami gunakan sebagai dividen dengan nilai mencapai Rp 2,69 triliun," ujar Mantan Direktur Utama BNI, Gatot Suwondo selepas RUPST, Selasa (17/3).
Sebagai informasi, pembagian dividen BNI tahun ini turun dibandingkan dengan pembagian tahun lalu yang sebesar Rp 2,71 triliun atau 30 persen dari total laba bersih tahun berjalan yang mencapai Rp 9,05 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menentukan angka dividen sebesar 25 persen dari laba bersih tahun 2014, RUPST juga menetapkan 16,65 persen dari laba tersebut, atau sebesar Rp 1,79 triliun, untuk cadangan tujuan guna mendukung investasi. Sedangkan sisa laba bersih buku 2014 ditetapkan sebagai laba ditahan.
"Dengan adanya pengurangan dividen ini, kami harap bisa menguatkan permodalan untuk mencapai misi kita sebagai bank terbesar di Asean pada tahun 2020," ujar Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, kemarin (16/3). (ags)