“Kami memprediksi kontrak baru pemerintah bulan ini dan bulan depan akan memberikan lebih banyak warna pada kinerja kontrak baru perusahaan konstruksi,” ujar analis Mandiri Sekuritas, Handoko Wijoyo seperti dikutip dari riset, Rabu (18/3).
Berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 1/2015, proses tender untuk proyek-proyek yang ditawarkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan harus dicapai pada akhir Maret 2015. Sejauh ini, sekitar 60 persen dari 10.596 paket yang akan ditawarkan telah ditenderkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, kemajuan yang dibuat sejauh ini terlihat menguntungkan bagi perseroan dalam pemberian proyek pemerintah, yang biasanya berlangsung antara dua sampai empat bulan setelah tender dimulai.
“PTPP membukukan kontrak baru Rp 1,1 triliun, hanya 4 persen dari target manajemen sepanjang dua bulan pertama 2015,” ujarnya.
Lebih lanjut, PT Waskita Karya Tbk. memiliki Rp 700 miliar kontrak baru, atau 3 persen dari target manajemen sepanjang dua bulan pertama 2015. Sebagian besar dari kontrak baru itu berasal dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) antara lain kontrak tambahan dari ekstensi Terminal 3 Soekarno-Hatta International Airport, akses jalan Kalibaru, dan proyek kecil lain.
“Wijaya Karya membukukan kontrak baru Rp 3,4 triliun kontrak baru atau 11 persen dari target manajemen sepanjang dua bulan pertama 2015,” jelasnya.
Beberapa proyek besar yang sudah didapatkan perusahaan adalah waduk Kreuretok di Aceh (Rp 403 miliar-dari pemerintah), jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Rp 355 miliar–swasta), jalan umum Ciledug (Rp 351 miliar–pemerintah) dan Bandara Oe-Cusse di Timor Leste (US$ 92 juta–pemerintah asing).
“Kami masih menetapkan sektor konstruksi sebagai pilihan karena pemerintah berencana menggelontorkan program infrastrukturnya secara agresif. Top pick di sektor tersebut adalah Wijaya Karya dan Wijaya Karya Beton,” ungkapnya
Kedua perusahaan itu, lanjutnya, sudah berhasil mencapai kapasitas operasional dan kapasitas keuangannya dengan baik. Wijaya Karya adalah kontraktor terbesar dari sisi jumlah karyawan dan project managers, serta memiliki 0,3x level utang bersih (net debt) pada sembilan bulan pertama 2014.
“Sebagai tambahan, ekspansi kapasitas Wijaya Karya Beton sudah dicapai dan saat ini berada pada 0,2x posisi kas bersih (net cash position) pada 12 bulan 2014,” jelasnya. (gir/gir)