Kedua negara telah mengadukan persoalan itu ke World Trade Organization (WTO). “Saya bangga mengambil tindakan ini demi para petani dan peternak di Amerika Serikat yang menanggung larangan ekspor yang membebani di negara terbesar keempat di dunia, Indonesia,” kata Wakil Perdagangan Amerika Serikat, Michael Froman, seperti dikutip Reuters, Rabu (18/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Ekspor pertanian adalah urat nadi ekonomi kami,” kata Groser.
Seperti dilansir Reuters, ekspor AS ke Indonesia sendiri menurun sejak pembatasan impor diterapkan sejak 2011. Pada 2014, penerapan lisensi impor yang meliputi pembatasan kapan produk bisa diimpor, harga, dan kuantitasnya telah berdampak pada sekitar US$ 200 juta ekspor AS ke Indonesia, termasuk US$ 122 juta impor buah dan sayuran, serta produk hortikultura. Ekspor produk serupa ini US$ 6 juta lebih tinggi ke Malaysia.
Ini adalah kasus kelima yang diadukan Amerika Serikat ke WTO dan Selandia Baru adalah negara kedua yang ikut melakukannya. Indonesia sendiri mengadukan Amerika Serikat dalam dua kasus.
(ded/ded)