Untuk membangun pembangkit tersebut, Kadin berharap ada investor-investor swasta yang mau menanamkan modalnya di dalam proyek yang nilainya ditaksir mencapai US$ 1,25 miliar.
“Kami dorong investor swasta untuk menanamkan modalnya di proyek PLTB yang berlokasi di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat ini," ujar Wakil Ketua Umum Kadin Koordinator Wilayah Timur Annar Salahuddin di Menara Kadin, Jakarta, Jumat (20/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahkan untuk pembiayaannya kami sudah melakukan kerjasama dengan Deutsche Bank dan Asian Development Bank. Semoga tahun ini pembangunnnya bisa dimulai," ujar Annar.
Dia menambahkan, satu pembangunan pembangkit listrik bisa menelan biaya sebesar US$ 250 juta dengan kebutuhan lahan mencapai 3 ribu hingga 4 ribu meter persegi per pembangkit. Selain Morowali, kawasan pembangkit listrik yang ditetapkan Kadin adalah di Moutong, Sulawesi Tengah, Buton dan Kolaka di Sulawesi Tenggara, serta Mamuju Tengah dan Polewali Mandar di Sulawesi Barat.
"Untuk tahun ini mungkin kami akan menarik investor untuk membangun lima PLTB dulu di lokasi-lokasi tersebut. Untuk tahun depan mungkin kami akan tambah 30 pembangkit dengan skala yang sama karena memang lahannya sudah tersedia, sehingga tinggal tunggu investornya saja," tuturnya. (gen)