Kepala BKPM Franky Sibarani menyatakan investasi asing masih dibutuhkan untuk membangun proyek infrastruktur karena anggaran yang dibutuhkan sangat besar. Hal itu disampaikan Franky di sela-sela mengikuti kunjungan Presiden ke Tiongkok, Jumat, 27 Maret.
"Saya kira sudah jelas penanaman modal asing merupakan pelengkap pembiayaan pembangunan. Proyek infrastruktur 5 tahun ke depan membutuhkan dana Rp 4.500 triliun. Pemerintah tidak mampu membiayai sendiri, sehingga masih membutuhkan pembiayaan asing untuk pelaksanaannya. Tapi komponen lokal dan keterlibatan BUMN tetap dikedepankan," kata Franky seperti dikutip dari keterangan pers.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam proyek jalur kereta api (railway) di mana Presiden Jokowi sempat meninjau proyek serupa di Tiongkok, ada bagian komponen yang diproduksi BUMN dalam hal ini PT INKA, "jelas Franky.
“Terkait komitmen pemerintah untuk mendukung konsep Asia Infrastructure Bank yang diinisiasi Tiongkok, hal tersebut sesuai visi misi Presiden Jokowi di mana salah satu fokus pembangunan lima tahun ke depan adalah sektor infrastruktur,” jelasnya. (gir)