Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro menjelaskan berkurangnya cadangan minyak tersebut lantaran perseroan tengah melakukan penghematan meski harga minyak dunia sedang rendah.
"Kalau sebelumnya ketahanan stok mungkin agak lebar posisinya, sekarang kami menjaga stok yang sesuai dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Mungkin itu yang diambil jadi salah satu poin penghematan," kata Wianda di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Selasa (31/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi, Pertamina justru memilih untuk tidak menambah stok tersebut meski harga minyak tengah rendah. Bahkan, Pertamina pun menegaskan tak akan menambah jumlah cadangannya.
"Tapi sekarang dilihat dari konsumsi yang turun. Kalau kita tambah, alasannya apa? Stok 17 hari kami pikir sudah cukup sebagai ketahanan stok," tegas Wianda.
Sebagai perbandingan, di beberapa negara Asia Tenggara seperti Malaysia dan Myanmar memiliki stok minyak hingga 90 hari atau jauh lebih banyak ketimbang Indonesia. (gen)