"Mungkin harus sama-sama duduk dengan Direktur Jenderal Migas ya. Biar ngomongnya clear. Yang penting margin yang bisa diambil Pertamina harus ada approval dari pemerintah," kata Vice President Corporate Communication Pertamina di Jakarta, Senin (31/3).
Wianda mengungkapkan biasanya Pertamina mengutip margin dari penjualan BBM jenis premium antara 5 sampai 10 persen dari harga dasar. Akan tetapi, besaran keuntungan yang diambil akan lebih dulu diinformasikan ke Kementerian yang dipimpin oleh Sudirman Said.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Menteri Sudirman mengaku bahwa selama dua pekan di bulan Februari, pemerintah telah mengutip untung dari penjualan premium. Namun karena instansinya belum juga menerima laporan dari manajemen perusahaan migas pelat merah tersebut, Sudirman tak mengetahui jumlah totalnya.
Mantan bos PT Pindad (Persero) itu pun diketahui telah memberikan kewenangan kepada manajemen Pertamina untuk mengatur penggunaan keuntungan bagian negara, maupun mengelola sedemikian rupa jika terjadi kerugian akibat penjualan BBM jenis solar, premium, dan minyak tanah tersebut.
“Kami berbicara dengan Pertamina silahkan ditatausahakan kelebihan dan kekurangannya. Misalnya sekarang itu kan harga solar seharusnya sudah naik, tapi diputuskan tidak naik karena pertimbangan ingin membantu meringankan beban masyarakat,” ujar Sudirman ketika itu. (gen)