Secara kumulatif Januari hingga Februari 2015, kunjungan turis asing mencapai 1,51 juta kunjungan atau naik 3,71 persen dibanding kunjungan periode yang sama tahun sebelumnya 1,46 juta kunjungan.
Kepala BPS Suryamin menjelaskan secara persentase kenaikan jumlah kunjungan wisman paling tinggi terjadi di Bandara Samratulangi Manado sebesar 102,74 persen. Sementara di Bandara Ngurah Rai Bali, jumlah kunjungan wisman mencapai 333,1 kunjungan atau meningkat 23,65 persen dibandingkan dengan Februari 2014.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang berkebangsaan Tionghoa meningkat cukup tajam, padahal belum ada pembebasan visa, baru hari ini dibuka bebas visanya," ujarnya.
Kunjungan wisman Tiongkok mengalami kenaikan 39,8 persen, dari 103 ribu kunjungan pada Januari menjadi 144 ribu kunjungan pada Februari. Sementara itu, meski ada ketegangan poltik antara Antara Ausitralia dengan Indonesia, kunjungan wisman asal Negeri Kangguru dua tetap tumbuh 10,9 persen menjadi 82 ribu.
"Ini belum ada pengaruh dari pembebasan visa 15 negara. Nanti kita akan lihat perkembangannya,"
Suryamin yakin, pemulihan ekonomi Tiongkok akan berpengaruh terhadap minat warga negaranya untuk melakukan perjalanan ke luar negeri.
"Tingkat ekonomi rumah tangga Tiongkok tengah meningkat sehingga untuk jalan-jalan ke Indonesia menjadi banyak, atau ada juga untuk keperluan bisnis," katanya. (ags/gen)