Dalam proyek pembangkit listrik 35 ribu MW yang dicanangkan pemerintah hingga 2019, PLN hanya kebagian 10 ribu MW. Sisanya sebanyak 25 ribu MW menjadi jatahnya perusahaan listrik swasta atau independent power producer (IPP) yang kebanyakan berasal dari Tiongkok, Jepang, dan Korea.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini sejalan dengan wacana Wakil Presiden Jusuf Kalla yang beberapa waktu lalu mewacanakan bakal menjadikan PLN hanya sebagai service company. (Baca: JK Tebar Wacana Kurangi Tugas PLN Bangun Pembangkit Listrik)
Direktur Utama PLN, Sofyan Basyir mengatakan, diberikannya ruang yang lebih besar kepada IPP dalam program pembangkit 35 ribu MW dinilai akan berdampak pada terbuka lebarnya lapangan kerja. Pun dengan hal tersebut, ia meyakini akan terjadi harga listrik yang kompetitif dan berdampak baik pada murahnya harga.
"Saya pikir para investor akan antusias dan tambah lapangan kerja. Mimpi saya jika industri (perusahaan listrik) banyak, mungkin tarifnya diturunkan," ujar Sofyan. (ded/ded)