Seperti diberitakan sebelumnya, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang di Asia Timur dan Pasifik akan melambat pada tahun ini meskipun diuntungkan oleh penurunan harga minyak dan pemulihan ekonomi negara maju.Untuk Indonesia, Bank Dunia memperkirakan perekonomian nasional hanya akan tumbuh sekitar 5,2-5,5 persen pada tahun ini, lebih rendah dari ekspektasi pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Bambang mengaku sudah membaca gejala perlambatan ekonomi global yang salah satu indikatornya adalah kejatuhan harga-harga komoditas, terutama harga minyak. Untuk mengompensasi pemburukan itu, Bambang mengatakan investasi dan belanja pemerintah bisa menjadi obatnya.
Memasuki April 2015, kata Bambang, akselerasi investasi pemerintah sudah terlihat dengan mulai dicairkannya anggaran belanja negara. Hal ini mengindikasikan pelaksanaan sejumlah proyek pemerintah yang lebih cepat ketimbang periode-periode sebelumnya yang selalu lambat di awal tahun.
(ags)