"Jadi itu masih dibahas pemerintah. Posisi Astra Agro saat ini masih menunggu kejelasan dari kebijakan mengenai CPO fund. Termasuk dengan pungutan US$ 50 per ton untuk produk CPO," ujar Direktur Astra Agro Joko Supriyono di Jakarta, Selasa (14/4).
Sebagai pengingat, beberapa waktu lalu pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan akan menarik setoran sebesar US$ 50 per ton untuk produk CPO yang diekspor begitupun untuk ekspor produk turunan Olein di angka US$ 30 per ton.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdampak Negatif
"B15 akan berdampak positif pada permintaan CPO domestik. Kalau permintaan CPO melonjak tentunya harga naik. Saya pikir ini akan memberi dampak positif yang cukup besar," tutur David.
Dari hitungannya, David memprediksi pendapatan Astra Agro 2015 berada di kisaran Rp 18,37 triliun, naik 12,6 persen ketimbang pendapatan 2014 di angka Rp 16,31 triliun. Sementara untuk laba bersih perseroan tahun ini ditaksir mencapai Rp 3,31 triliun naik Rp 810 miliar dibandingkan tahun lalu.
"Berangkat dari hitungan ini target price untuk AALI berada di level 35 ribu per saham dengan PE (price earning) di 14,9 kali sampai 17 kali dari PE sektoral di 15 kali," ungkap David.