Head of Research PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan laju IHSG gagal mendekati area target resisten (5.440-5.456) dan sempat berada di area target support (5.390-5.400) meski mampu berakhir di atas area tersebut.
Menurutnya, pasca utang gap di level 5.397-5.411 (27-28 Maret 2015) telah terlunasi dengan adanya penurunan IHSG yang cukup signifikan, masih ada utang gap lama di level 5.342-5.372 (17-18 Februari). Namun, sesuai dengan perkiran Reza, di mana IHSG tidak menuju ke utang gap tersebut karena tertahan dengan adanya aksi beli di akhir perdagangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Reza menambahkan, selain tekanan jual dan beberapa berita negatif dari emiten, masih cenderung melemahnya nilai Rupiah dan imbas pelemahan laju bursa saham Asia turut menambah derita IHSG untuk tetap di zona merah.
“Terlihat laju IHSG pun hampir mendekati utang gap berikutnya, namun masih tertahan dengan adanya aksi beli tipis,” katanya.
Dari regional, menurutnya laju bursa saham Asia kompak mengalami pelemahan seiring masih maraknya aksi jual. Sementara laju bursa saham Jepang cenderung berbalik melemah setelah pelaku pasar profit taking merespon pelemahan data-data makroekonomi sembari menunggu sentimen positif selanjutnya.
“Di Tiongkok, laju bursa sahamnya mengalami pelemahan seiring respon negatif terhadap rilis pelemahan GDP, retail sales, dan industrial production. Akan tetapi, HSI mampu tetap positif seiring ekspektasi akan adanya stimulus dari pemerintah Tiongkok untuk mengantisipasi pelemahan data-data tersebut,” jelasnya.
Untuk Eropa, Reza menilai pelaku pasar saham sempat merespon negatif pelemahan data-data di Tiongkok. Namun, berekspektasi akan adanya pelonggaran moneter dari ECB, sehingga mampu membuat laju bursa sahamnya berbalik menghijau.
“Di sisi lain, ekspektasi akan masih rendahnya ECB rate turut menambah sentimen positif,” ujarnya.
Sementara, dari Amerika Serikat (AS), laju bursa saham berpeluang masih akan melanjutkan pergerakan variatif cenderung naik tipis seiring respon terhadap rilis data-data makroekonominya antara lain NY empire state manufacturing index, capacity utilization, manufacturing production, dan industrial production. (gir)