Akhir 2015, BNI Buka Cabang di Korea Selatan

Gentur Putro Jati, CNN Indonesia | Sabtu, 18/04/2015 17:02 WIB
Akhir 2015, BNI Buka Cabang di Korea Selatan Kantor Bank BNI di Jakarta, Rabu, 1 April 2015. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) berencana meresmikan pembukaan kantor cabang di Korea Selatan (Korsel) pada kuartal IV 2015. Manajemen akan memberikan modal kerja awal US$ 100 juta untuk kantor cabang pertamanya di negeri Gingseng tersebut.

Direktur Utama BNI Achmad Baiquni mengatakan, rencana untuk membuka kantor cabang di Korsel dimulai sejak 2 Oktober 2014 ketika perseroan mengajukan surat permohonan izin pembukaan cabang di Korsel kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Surat tersebut telah di respons dengan persetujuan dari OJK pada 21 November 2014, bahwa BNI bisa membuka cabang di Seoul.

OJK kemudian berjanji akan memfasilitasi bank asal Indonesia membuka kantor cabang di Korea Selatan sebagai bagian dari prinsip resiprokal dengan Financial Supervisory Commission (FSC) Korsel. Menurut Baiquni, jalan bagi BNI untuk segera membuka kantor cabang di Seoul semakin terbuka setelah OJK menandatangani perjanjian kerjasama pengawasan dengan FSS dan FSC Korsel di Jakarta, Kamis (16/4).


“Targetnya kuartal IV 2015 sudah beroperasi dengan modal awal US$ 100 juta,” ujar Baiquni melalui siaran pers dikutip Sabtu (18/4).

Dia menjelaskan, alasan perseroan membuka cabang di negara asal grup musik Super Junior tersebut adalah untuk membidik transaksi remitansi yang sering dilakukan perusahaan-perusahaan Korsel yang memiliki bisnis di Indonesia dan sebaliknya.

Baiquni mencatat pada 2013, ada lebih dari 48 ribu ekspatriat asal Korsel yang bekerja di Indonesia dan banyak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Korsel.

“Sehingga terbuka peluang bisnis remitansi baik incoming transfer (ITR) ke Indonesia maupun outgoing transfer (OTR) ke Korsel,” jelasnya.

BNI Seoul juga dapat menjadi jembatan antara pengusaha Indonesia yang ingin mengembangkan bisnisnya di Korsel dan sebaliknya. Selain melayani transaksi remitansi, Baiquni mengatakan BNI juga akan mengembangkan layanannya pada jasa-jasa perbankan lain, mulai dari Trade Finance (seperti pembukaan Letter of Credit), Treasury, forfainting, hingga Offshore Loan.

“Bahkan tidak menutup kemungkinan pembukaan ATM di Seoul. Dengan demikian, komitmen BNI untuk membuka peluang bisnis lintas batas dan memecahkan hambatan-hambatannya dapat terwujud,” ujar Baiquni.

BNI Seoul akan menambah cakupan layanan BNI di luar negeri. Saat ini, BNI memiliki lima kantor cabang di luar negeri; yaitu di London, New York, Tokyo, Singapura, Hong Kong; satu sub branch di Osaka; Limited Purpose Branch di Singapura; dan satu anak perusahaan di Hong Kong, BNI Remittance Limited, yang khusus menangani transaksi kiriman uang.

BNI juga mempekerjakan remittance representative officer yang tersebar di Malaysia, Korea Selatan, Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, Belanda dan Amerika Serikat. (gen/adt)