Wishnu berharap tambahan pasokan listrik dari PLTP Cirebon bisa membantu Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) yang ingin menambah kapasitas terpasang listrik nasional sebesar 35 ribu MW dalam lima tahun ke depan.
"Kami berkomitmen mendukung pemerintah selama kami mengerti dari aturan-aturan main pemerintah mengenai framework kebijakan apa yang menjadi tanggung jawab swasta dan apa yang menjadi tanggung jawab pemerintah," kata Wishnu, ditemui di sela acara World Economic Forum, Jakarta, Selasa (21/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembangkit listrik bukanlah jenis usaha baru bagi Indika. Perusahaan tersebut sudah mengoperasikan satu pembangkit listrik di Cirebon dengan kapasitas 660 MW sejak 2013, melalui konsorsium Cirebon Electric Power (CEP) dengan menguasai 20 persen saham.
CEP sendiri merupakan salah satu perusahaan pembangkit listrik swasta (independent power producer/IPP) yang merupakan perusahaan patungan dari empat perusahaan yaitu Marubeni Corporation memiliki saham sebesar 32,5 persen, diikuti oleh Korea Midland Power Co dengan 27,5 persen.
Mengutip laporan keuangan 2014 perseroan, sepanjang tahun lalu Indika membukukan pendapatan sebesar US$ 1,11 miliar atau naik dari pendapatan 2013 sebesar US$ 863,39 juta.