"Kalau harganya tetap, sales bisa turun 50 persen. Tahun ini kami berencana memotong (produksi) sampai 50 persen dari 6 juta ke 3 juta ton," ujar Presiden Direktur UNTR, Gidion Hasan di Jakarta, Selasa (21/4).
Sebagai informasi, produksi batu bara UNTR berasal dari tiga anak usahanya, yaitu: PT Asmin Bara Baronang, PT Duta Nurcahya (DN), dan PT Telen Orbit Prima (TOP).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi tetap saja tambang-tambang kami akan berproduksi. Rinciannya Asmin sekitar 2 juta ton, DN sekitar 500 ribu sampai 600 ribu ton, dan TOP sekitar 300 ribu ton," katanya.
Tahun ini Pama ditargetkan dapat menggarap kontrak sebanyak 110 juta ton batu bara dengan target overbudden mencapai 750 juta ton.
"Sektor mining memang masih cukup berat karena harga coal masih blm kondusif. Tapi kami optimistis Pama sebagai kontraktor pertambangan masih bisa menopang penjualan alat berat dan produksi batu bara perseroan yang menurun," ujarnya.