Kepala BPS Suryamin mengatakan, dari sisi pengeluaran, pihaknya mencatat semua komponen pengeluaran rumah tangga melambat, kecuali untuk makanan dan minuman, tembakau, serta perumahan dan perlengkapan rumah tangga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Realisasi belanja modal pemerintah lebih rendah. Impor barang modal turun, terutama barang modal jenis alat angkutan dan mesin. Industri mesin domestik juga turun," lanjutnya.
"Impor juga turun sebesar 9,98 persen secara kuartal," katanya.
Sementara pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi langsung di luar sektor migas turun sebesar 4,72 persen. Dari sisi produksi, BPS melihat adanya penurunan produksi pangan akibat mundurnya periode tanam. Lalu produksi minyak mentah dan batu bara mengalami kontraksi, sehingga industri kilang minyak juga tumbuh negatif.
"Distribusi perdagangan melambat, karena menurunnya suplai barang impor. Kinerja konstruksi melambat terkait dengan terlambatnya realisasi belanja infrastruktur," tuturnya. (gir/gir)