Kepala Kantor Staf Presiden Luhut Binsar Panjaitan menegaskan, atasannya tersebut telah menitahkan agar pertumbuhan ekonomi mulai kuartal II dan seterusnya harus naik signifikan demi mengejar target. Salah satu caranya adalah dengan menggenjot belanja pemerintah yang dikeluarkan untuk mendanai proyek infrastruktur.
Bahkan untuk memastikan proyek-proyek infrastruktur yang telah ditetapkan tersebut dikerjakan dengan benar dan tepat waktu, Jokowi menurut Luhut telah membuka kesempatan kepada masyarakat di sekitar proyek untuk melaporkan kemajuan dari pembangunan proyek tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Luhut menjelaskan, rendahnya realisasi pertumbuhan ekonomi sampai Maret 2015 dapat dimaklumi karena pemerintah masih melakukan persiapan pengalokasian dana untuk membangun proyek-proyek tersebut. Dia berharap pada kuartal II dan kuartal III, pertumbuhan ekonomi bisa lebih baik lagi.
Ragukan Target APBNP
Meskipun mengaku optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mulai menggeliat mulai kuartal II, namun Luhut sendiri berpendapat target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan dalam APBNP 2015 terlalu tinggi.
“Mungkin tidak sampai 5,8 persen, tetapi bisa 5,4 persen sampai 5,6 persen sudah cukup baik. Karena ekonomi global juga sedang susah. Kami tidak menyalahkan diri sendiri, karena selama enam bulan terakhir baru dilakukan konsolidasi. Namun dengan persiapan yang dilakukan, itu sudah menjadi langkah bagus ke depan,” ujarnya. (gen)