Bambang mengungkapkan, pada akhir bulan ini akan dilakukan pertemuan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Upaya tersebut dilakukan dalam rangka sosialisasi ke seluruh kepala daerah bahwa salah satu masalah ekonomi yang harus ditangani adalah inflasi.
"Masih ada kesan bahwa pengendalian inflasi tugasnya pemerintah pusat. Padahal inflasi langsung sentuh ke masyarakat setempat, sehingga pemerintah daerah harus concern juga. Jadi Gubernur Bank Indonesia yang koordinasi TPID. Beliau berharap Presiden bisa memberikan dorongan agar pemerintah daerah ikut membantu menjaga inflasi," ujar Bambang di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (6/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bambang menilai, seharusnya pemerintah daerah bisa lebih cepat menstabilkan harga di wilayahnya jika menemukan indikasi lonjakan harga atas komoditas pangan tertentu. Selain harga pangan, pemicu inflasi lain yang berasal dari aktivitas ekonomi di daerah adalah lonjakan tarif angkutan umum.
Menurut Bambang, kewenangan untuk menentukan tarif angkutan umum perkotaan berada di tangan Pemerintah Provinsi. Jika tarif tidak naik secara signifikan saat harga bahan bakar minyak (BBM) naik serta tarifnya bisa diturunkan saat harga BBM turun, Bambang menilai hal tersebut bisa menjaga lonjakan inflasi.
Ia memberi contoh tiga negara tetangga, Filipina, Malaysia, dan Singapura sudah memiliki angka inflasi serendah 2 hingga 3 persen. "Yang harus dijaga justru harga volatilitas pada harga pokok. Maka pemerintah daerah bisa fokus ke sana," kata dia. (gen)