"Sebenarnya sekarang sudah agak longgar dari tahun lalu. Ya nanti semoga pelan-pelan turun," kata Kalla usai memberikan sambutan dalam acara Institute International Finance (IIF) di Jakarta, Kamis (7/5).
Namun, Jusuf Kalla menekankan, stabilitas makro juga perlu dijaga dengan penurunan suku bunga acuan ini. Di lain pihak, dia membenarkan penurunan suku bunga acuan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,71 persen pada kuartal I 2015 dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year). Artinya perekonomian nasional melambat jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang tumbuh 5,14 persen secara tahunan.
Kepala BPS Suryamin mengatakan Produk Domestik Bruto (PDB) nominal atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp 2.724 triliun. Dia menjelaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih dipengaruhi oleh kondisi perekonomian global yang belum menggembirakan.
Menurutnya, sumber sentimen negatif yang paling berpengaruh adalah perlambatan ekonomi Tiongkok dan Singapura, yang selama ini menjadi mitra dagang utama Indonesia baik ekspor maupun impor.