"Peluang impor terbuka, kalau produksi nasional tak cukup. Artinya stok bulog kurang dari 1,5 juta sampai 2 juta," ujar JK di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jum'at (8/5).
Wapres mengatakan kebijakan impor dipertimbangkan untuk menutup sebagian kebutuhan beras guna mengendalikan harga di pasaran. Pasalnya, kata JK, jika Perum Bulog terlalu banyak membeli beras hasil petani lokal dapat memicu lonjakan harga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika memang cadangan nasional di bawah 2 juta, akan dipertimbangkan (impor)," katanya.
"Kementerian Perdagangan sudah siap untuk mengeluarkan izin impor kepada Bulog. Tinggal finalisasi, tapi semua sudah siap," ujar Rachmat usai melakukan rapat dengan Kepala Kantor Staf Kepresidenan Luhut Binsar Panjaitan dan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto di Bina Graha, Jakarta Pusat, Kamis (7/5).
Pernyataan JK dan tindakan Mendag ini bertolak belakang dengan sikap Presiden Joko Widodo yang secara tegas menolak ketergantungan impor beras dari Vietnam dan Thailand.
"Jadi, tidak perlu impor beras lagi, kita harus bisa memenuhi beras kita sendiri. Masa beras impor, jagung impor, semuanya kok impor," kata Jokowi di Maluku, Kamis (7/5). (ags/ags)