Perusahaan properti pelat merah ini menargetkan dapat menjual sekitar 175 unit hingga 200 unit apartemen atau mencapai 50 persen dari total unit yang disiapkan di tower pertama.
Galih Saksono, Direktur Operasional PP Properti mengatakan setiap tower nantinya akan memiliki sekitar 350 hingga 400 unit apartemen. Sementara secara keseluruhan di proyek Grand Dharma Husada Lagoon, perseroan akan membangun tujuh tower apartemen siap jual yang membidik konsumen kelas ekonomi menengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengungkapkan, untuk proyek North East Tower saja, perseroan menargetkan dapat mengantongi penjualan sebesar Rp 8,5 triliun.
Selain Surabaya, perseroan juga tengah menggarap proyek apartemen dan pusat kuliner di Serpong, Banten. Apartemen yang bertajuk Ayoma ini terdiri dari dua tower sudah mulai dipasarkan pada bulan April lalu, sedangkan untuk nilai investasinya ditaksir mencapai Rp 1 triliun.
“Total unitnya nanti mencapai 800 unit dan mulai dipasarkan April ini, target selesainya di 2019,” jelas Indaryanto, Direktur Keuangan PP Properti.
Terkait dengan perolehan penjualan pemasaran atau marketing sales, Indaryanto mengungkapkan, hingga bulan Maret tahun ini, perseroan sudah berhasil mengantongi penjualan sekitar Rp 600 miliar.
Capaian terbesar didapatkan dari hasil penjualan proyek Grand Sungkono Lagoon, Grand Kemala Lagoon, dan Ayoma. Hingga akhir tahun ini, perseroan menargetkan bisa memperoleh penjualan pemasaran sekitar Rp 2,5 triliun.
“Untuk penjualan di Grand Sungkono Lagoon dan Grand Kemala Lagoon, masing-masing menghasilkan 35 persen dari total penjualan pemasaran atau masing-masing sekitar Rp 210 miliar, sedangkan 30 persen sisanya dihasilkan dari penjualan Ayoma dan juga proyek properti lainnya.
Rencana Akuisisi
Demi memperkuat portofolio bisnisnya, perseroan juga berencana mengakuisisi perusahaan properti di wilayah Balikpapan, Kalimantan Timur. Indaryanto menuturkan, perusahaan tersebut memiliki lahan seluas 2-3 hektar.
Dia mengungkapkan, di dalam area tersebut sudah terdapat properti komersial seperti mal dan juga hotel. Perseroan menargetkan pada tahun ini proses anorganik tersebut rampung dilaksanakan, namun hingga saat ini, PP Properti masih melakukan kajian atas aksi korporasi tersebut.
“Disana ada mal yang bisa dikembangkan lalu juga ada hotel,“ tutur Indaryanto. (gen)