“Kali ini kita minta segala policy diambil supaya jangan terjadi inflasi yang berlebihan selama bulan Ramadhan,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil ketika ditemui di kantornya, Selasa (12/5) petang.
Sofyan mengakui, ada masalah dalam sistem perdagangan di Indonesia. “Di luar negeri biasanya setiap Natal dan Tahun Baru di semua toko adalah sales (diskon), (harga) barang-barang turun. Orang jualan dalam jumlah yang banyak. Volumenya yang penting bukan harganya,” tuturnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, Sofyan memastikan stok beberapa komoditas pokok seperti beras, gula, daging, sapi, telur, dan daging ayam mencukupi selama puasa dan lebaran.
Percepat Penyaluran Raskin
Dalam kesempatan yang sama, Sofyan mengungkapkan tahun ini penyaluran beras untuk rakyat miskin (raskin) akan dipercepat.
“Juni (raskin) kita salurkan kemudian pertengahan Juli kita gelontorkan lagi. Sehingga bagi masyarakat yang mendapatkan raskin tidak perlu lagi pergi ke pasar,” kata Sofyan.
Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini juga mengapresiasi kinerja Bulog yang memastikan kualitas raskin akan lebih baik karena Bulog akan menyalurkan beras yang diserap dengan cara dibeli bukan hanya sekedar menghabiskan stok lama yang terus diputar.
“Dengan demikian inflasi pada beras itu, kalau bisa deflasi, pada bulan Ramadhan,” tuturnya. (gen)