Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto menyatakan, angka penjualan tersebut bisa bertambah menyesuaikan dengan kebutuhan BBM perusahaan tambang batubara yang dilayaninya itu.
“Kemungkinan bisa meningkat jadi 800 ribu kl per tahun sesuai dengan kebutuhan Adaro,” kata Dwi di Jakarta, Rabu (13/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Setiap tahun Adaro butuh BBM sekitar 800 ribu kl. Kalau perusahaan swasta bisa mensupport Pertamina menjadi perusahaan minyak kelas dunia, kenapa tidak?,” kata Boy.
Dwi mengatakan saat ini tingkat stok BBM Pertamina adalah 22 hari. Ke depannya, tingkat cadangan BBM Pertamina diharapkan dapat mencapai 30 hari.
“Dengan adanya dermaga ini kita tidak perlu invest untuk membangun floating terminal dan storage ini bisa kita kembangkan agar bisa menjadi hub untuk Indonesia bagian Timur,” ujarnya.
Lebih Efisien
Menteri ESDM Sudirman Said yang menyaksikan penandatanganan kerjasama itu mengapresiasi sinergi yang dilakukan oleh kedua perusahaan. Kerjasama ini merupakan langkah strategis mengingat Indonesia tengah berusaha untuk meningkatkan cadangan BBM menjadi 30 hari yang dalam empat tahun diperkirakan meningkat menjadi dua kali lipat.
“Membangun itu perlu waktu dan biaya karena itu apabila semakin banyak fasilitas yang terpasang, baik itu milik BUMN maupun swasta, dan itu bisa digunakan secara sinergi maka akan memberikan manfaat bagi semuanya,” kata Sudirman dalam kesempatan yang sama. (gen)