Dari 10 pesawat yang dipesannya tersebut, sampai 14 Mei 2015 sudah diterima sebanyak tiga unit dan sampai Juni akan datang lagi sebanyak dua unit. Sedangkan sisanya sebanyak lima unit akan diterima perseroan pada penghujung 2015.
“10 unit Boeing 737-800 NG ini akan menjadi kekuatan alat produksi Sriwijaya Air sampai akhir 2015,” ujar Agus Soedjono, Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air dikutip dari keterangan resmi, Jumat (15/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Garap Tiongkok
“Market dari China sungguh luar biasa banyaknya, sehingga kami pun terus mengembangkan penerbangan kesana,” tambah Agus.
Beberapa rute penerbangan menuju Tiongkok yang akan dilayani Sriwijaya dengan pesawat barunya tersebut antara lain Denpasar–Huangzhou, Denpasar–Ningbo, Denpasar–Nanking, dan Denpasar–Cengdu.
Namun demikian, bukan berarti pasar domestik akan ditinggalkan. Menurut Agus sinergi yang dilakukan antara Sriwijaya dengan anak usahanya, NAM Air merupakan bentuk penguatan layanan penerbangan rute domestik.
Selain menghibahkan beberapa pesawat yang dimilikinya untuk digunakan NAM Air, kedua perusahaan telah mewujudkan integrasi pelayanan pelanggan secara terpadu dalam satu pintu.
“Artinya, pelanggan semakin banyak pilihan rute dan penerbangannya, karena NAM Air dan Sriwijaya Air itu sama,” tandas Agus.