“Citilink telah membukukan laba bersih sebesar US$ 0,86 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu (yang) membukukan rugi bersih sebesar US$ 14,7 juta pada saat fase investasi atau investment stage,” kata Arif Wibowo, Direktur Utama Garuda Indonesia, dalam paparan publik di kantornya, Tangerang, Jumat (15/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kita punya track ke arah sana (IPO Citilink) cuma kita prioritaskan dulu (kinerja keuangan) Garuda Group secara keseluruhan ini membaik,” tutur Arif.
Berdasarkan kinerja keuangan perseroan, pencapaian laba bersih Citilink tersebut ditopang oleh naiknya pendapatan usaha sebesar 38 persen menjadi US$ 107 juta dari US$ 77,7 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Arif, kinerja Citilink sudah sesuai dengan rencana jangka panjang perseroan hingga 2021. Diharapkan, pada akhir tahun laba bersih perseroan yang sejak pertengahan tahun 2012 secara resmi beroperasi sebagai entitas bisnis yang terpisah dari Garuda Group ini juga akan menunjukkan kinerja positif.
“Dua tahun pertama masih loss tapi loss nya mengecil dari (rugi bersih) US$ 48 juta ke US$ 14 juta. Kuartal ini (kinerjanya) sudah positif, tahun ini diharapkan positif dan seterusnya,” kata Arif.
(gir)