"Kementerian Perdagangan ini merupakan provokator pertumbuhan ekonomi, oleh karenanya Mendag harus mulai sering mendekatkan diri ke publik," kata Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati, Jakarta, Sabtu (16/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagaimana jika Pak Menteri ikut seperti Bu Susi? Bu Susi bakar kapal, Bapak baju bekas," katanya.
Saran yang diberikan para peneliti sekaligus pengamat ini untuk membantu kinerja Menteri Perdagangan Rahmat Gobel yang masuk dalam daftar kinerja menteri yang dinilai anjlok.
Sebelumnya, pelaku usaha dan ekonom mendorong Presiden Joko Widodo merombak Tim Ekonomi Kabinet Kerja karena dinilai tidak bekerja maksimal dan minim sinergi. Dengan reshuffle kabinet diharapkan mampu memperbaiki kondisi ekonomi dalam negeri.
Antonius Prasetyantoko, Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Bisnis dan Ilmu Komunikasi Universitas Atmajaya, menyatakan reshuffle perlu dilakukan selama tidak membuat gaduh kondisi politik dan berjalan lancar.
“Pertama, kalau gaduh ya tidak ada gunanya, tapi kalau berjalan smooth dan tenang bakal menambah confidence pasar dan ekonomi membaik,” jelasnya di Jakarta, Selasa (12/5). (gir/gir)