Tantangan utama yang dihadapi pada tahun ini menurut responden adalah perlunya mengurangi cost of funds, perlunya mengembangkan sumber pendapatan baru seiring melambatnya permintaan produk pinjaman, dan perlunya mengatur pengelolaan manajemen risiko dan kerangka kerja kepatuhan terhadap peraturan-peraturan yang makin kompleks.
Kekhawatiran utama responden mencakup pertumbuhan penyaluran kredit yang relatif melambat disertai dengan meningkatnya kekhawatiran akan kualitas aset pinjaman bank.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bank daerah, syariah dan bank BUMN memandang pertumbuhan kredit di segmen UKM, retail, dan konsumer adalah kunci untuk mengejar target pertumbuhan di 2015. Sementara bank asing dan bank joint venture lebih berfokus pada pertumbuhan kredit korporasi.
Kurs Tinggi dan Kredit Macet
PwC juga melihat para responden memperkirakan bahwa nilai tukar rupiah akan berada di kisaran Rp 12 ribu hingga Rp 13 ribu per dolar Amerika Serikat selama pemerintahan Presiden Joko Widodo. Serta suku bunga Bank Indonesia yang akan terus meningkat selama setahun kedepan.
"Kedua hal itu bukan berita bagus bagi masyarakat," kata Jusuf.
Sementara sekitar separuh dari para responden mempersiapkan diri untuk menghadapi meningkatnya kredit macet (non performing loan/NPL) sepanjang 2015. Hal itu memicu bank untuk mengembangkan lebih banyak jasa berbasis fee sebagai upaya menggantikan pertumbuhan dan kualitas pinjaman yang terus menurun.