Menurut Financial Services Partner PwC Jusuf Wibisana hal ini disebabkan dengan doktrin proyek pemerintah Joko Widodo (Jokowi) yang berorientasi pada poros maritim. Doktrin tersebut telah menyita perhatian bank-bank milik negara (BUMN) untuk fokus, khususnya pada program tol laut yang dicanangkan pemerintah sekarang ini.
“Para bankir dari bank BUMN mengisyaratkan ketertarikan mereka terhadap pembiayaan pembangunan pelabuhan laut dan mendukung industri perikanan,” ujar Jusuf dalam paparan surveinya di Jakarta, Selasa (19/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Meskipun hampir sebanyak 60 persen bank yang berpartisipasi dalam survei ini telah merambah pembiayaan infrastruktur, namun porsi relatif pembiayaan tersebut diperkirakan kurang dari 10 persen keseluruhan portfolio penyaluran pinjaman,” katanya.
“Karena sengketa lahan, kemajuan proyek infrastruktur dapat menjadi stagnan untuk periode waktu yang signifikan atau bahkan mungkin dibatalkan. Peluang penyaluran pinjaman pada saat ini dapat berubah menjadi masalah kredit macet di kemudian hari jika tidak ditangani secara hati-hati,” katanya. (gir)