Chief Financial Officer Holcim Indonesia Kent Carson mengatakan bahwa belanja modal tahun ini hanya akan digunakan untuk memperbaiki infrastruktur pabrik Tuban 2 yang masih perlu diperbaiki. Selain itu, penggunaan belanja modal juga akan dikonsentrasikan untuk memperbaiki terminal-terminal semen di Lampung dan Palembang.
"Dengan uang sejumlah US$ 150 juta, kami akan berupaya untuk memperbaiki beberapa pelengkap pabrik Tuban 2 dan lain-lainnya. Selain itu, belanja modal kami tahun ini lebih kecil karena proyek besar kami sudah rampung," terangnya di Jakarta, Selasa (19/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah Tuban 2 kami belum akan melakukan investasi baru. Cukup memperbaiki kinerja pendukung produksi yang sudah ada saja," tambahnya.
Untuk membantu pembiayaan belanja modal, perusahaan juga berencana untuk memperbarui utang sindikasi dengan nilai Rp 2,5 triliun pada bulan Juni 2015 mendatang. Lebih lanjut, perusahaan juga ingin agar utang dalam denominasi rupiah mengambil porsi sebesar 36 persen dari total utang perusahaan pada tahun ini.
"Pada tahun lalu proporsi utang asing dengan dalam negeri sebesar 70 berbanding 30. Tahun ini kami ingin turunkan proporsi utang dalam mata uang asing menjadi 36 persen, bahkan kami ingin tekan proporsi utang dengan mata uang asing sampai 20 persen pada tahun depan," tuturnya. (gir)