"Beras plastik masih diuji dulu di laboratorium. Jadi kami belum tahu beras itu berasal dari mana. Apakah ada unsur plastik atau tidak," ujar Rachmat ketika melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Baru Cibinong, Jawa Barat, Rabu (20/5).
Mantan pengusaha itu belum tahu berapa hari proses pengujian di laboratorium akan berlangsung. "Diusahakan sebelum sebulan selesai" katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan laporan sementara, kata Rachmat, sejauh ini beras plastik baru beredar di wilayah Bekasi, Jawa Barat. Namun, Mendag telah meminta semua Kepala Dinas Perdagangan di seluruh daerah untuk mengecek dan melaporkan peredaran beras di wilayahnya masing-masing.
Mendag menambahkan pihaknya akan bekerjasama dengan pihak-pihak terkait guna menelusuri sekaligus menindak tegas para pengedar beras plastik tersebut. Untuk memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk pelabuhan, Kementerian Perdagangan akan meningkatkan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai selaku instansi yang berwenang.
Senada dengan Rachmat Gobel, Menteri Pertanian Amran Sulaiman juga mengaku belum banyak tahu soal beras plastik. Dia mengaku baru mendapatkan informasi mengenai temuan beras sintetis itu kemarin.
"Beras plastik apakah impor itu masih dicek," ujar Amran singkat.
(ags/ded)