Pernyataan Bambang tersebut sekaligus meralat prediksi pertumbuhan ekonomi sebelumnya 5,8-6,6 persen yang disampaikannya pada Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrembangnas) 2015.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait inflasi, Bambang Brodjonegoro mengatakan targetnya untuk tahun depan sebesar 4 persen plus/minus 1 persen. Untuk mencapai target tersebut, Menkeu mengatakan koordinasi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil akan ditingkatkan.
Asumsi makro lainnya yang jadi dasar perumusan APBN 2016 adalah harga minyak mentah Indonesia (ICP). Bambang Brodjonegoro memperkirakan rata-rata ICP tahun depan akan bergerak di kisaran US$ 60 S$ 80 per barel.
Sementara produksi minyak dan gas ditargetkan sekitar 1,93 juta-2,05 juta barel setara minyak per hari. Angka tersebut terdiri dari target produksi minyak 830 ribu-850 ribu barel per hari, dan target produksi gas 1,1 juta-1,2 juta barel setara minyak per hari.
Terkait acuan suku bunga, pemerintah memasang angka 4-6 persen untuk tingkat suku bunga surat perbendaharaan negara (SPN) 3 bulan pada tahun depan.
Dari sisi anggaran pemerintah, Menkeu menjanjikan pemangkasan defisit fiskal ke kisaran 1,7-2,1 persen dari PDB pada tahun depan. Prediksi tersebut lebih rendah dari proyeksi tahun ini yang bakal menembus angka 2,2 persen PDB. (ags/ded)