“Sebetulnya perlu kita sampaikan juga pada konsumen bahwa memang sekarang ini sedang diuji sehingga tidak perlu resah dengan adanya informasi-informasi yang belum jelas karena informasi yang ada di lapangan kan hanya mengatakan berasnya tidak enak, kenyal, seperti itu,” kata Direktur Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Widodo di kantornya, Rabu (20/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Widodo mengungkapkan ketersediaan beras ‘asli’ di pasaran melimpah sehingga masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan pasokan. Namun, masyarakat harus tetap berhati-hati dan lebih selektif dalam memilih beras.
Beras Sintetis Lokal
Widodo menuturkan pihaknya belum memperoleh informasi terkait asal beras yang diduga sintetis dan terbuat dari plastik tersebut. Namun, dia menegaskan bahwa Kemendag belum mengeluarkan izin impor beras sehingga kemungkinan beras sintetis tersebut hasil produksi dalam negeri.
“Tetapi apakah hal itu (membuat beras sistetis) efisien? Bijih-bijih plastik itu kan lebih efisien digunakan untuk bahan-bahan menggunakan plastik dan untuk produk yang lain,” kata Widodo.