Perseroan yang dikenal sebagai distributor fesyen merek Zara dan pemegang franchise Starbucks menyatakan penerbitan obligasi ini merupakan bagian dari pemisahan tidak murni (spin off) antara bidang perdagangan perusahaan dengan bidang bisnis aktif perusahaan, di mana perusahaan akan membuat anak bisnis baru bernama PT MAP Aktif Adiperkasa (MAA).
"Pekan ini kami akan lepas obligasi ke CVC Capital. Kami sudah dapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait hal ini dan nilainya tetap sebesar Rp 1,5 triliun,"'ujar Group Chief Executive Officer (CEO) MAP, VP Sharma di Jakarta, Senin (25/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena obligasi dinovasikan dari MAP ke MAA, MAP sebelumnya telah menerbitkan corporate guarantee untuk memjamin kewajiban MAA atas obligasi," jelasnya.
"Tentunya, uang obligasi tersebut sepenuhnya akan kita gunakan untuk membayar utang perusahaan terhadap tujuh bank. Kami harapkan hal ini dapat memberikan leverage level perusahaan yang lebih baik, bahkan bisa mengurangi beban utang MAP hingga Rp 150 miliar," tambahnya.
Meskipun menginginkan MAA untuk menjadi perusahaan independen, namun Sharma masih belum tahu kapan MAA akan melakukan Initial Public Offering (IPO). Kendati demikian, Sharma mengatakan bahwa MAP akan menjadi pemilik saham dominan di dalam MAA jika perusahaan subsidiary ini melakukan IPO.
"Time frame kami mungkin IPO empat hingga lima tahun lagi. Porsi saham belum ditentukan, namun yang pasti MAP minimal memiliki 70 persen dari keseluruhan saham MAA," tutur Sharma.
Perjanjian antara MAP dan CVC sebelumnya sudah dimulai dengan bond subscription agreement yang dilaksanakan pada akhir Maret 2015 lalu, dimana MAP menawarkan CVC obligasi dengan tenor lima tahun dengan bunga sebesar nol persen.