"Terkait investasi effervescent, kami sedang mengerjakan satu lini produksi baru yang diharapkan bisa mulai beroperasi pada tahun depan. Untuk menunjang hal itu, kami sudah menggelontorkan dana sebanyak 3 juta euro,” ujar Safak Oner, Head of Supply Center Bayer HealthCare Bayer Indonesia di Depok, Rabu (27/5).
Ia menambahkan, dana tersebut merupakan bagian dari investasi dengan nilai total 8,1 juta euro yang telah dikeluarkan perusahaan sejak tahun lalu. Dengan adanya investasi ini, perusahaan merencanakan peningkatan kapasitas produksi effervescent sebesar 50 persen pada tahun depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gudang Baru
Selain itu, perusahaan akan segera menambah kapasitas hard-shell capsul, namun Oner masih belum mau membeberkan angka investasinya.
"Pembangunan investasinya sudah kita kick-off, tapi masih belum beroperasi. Kalau sudah selesai, akan kami informasikan lebih lanjut mengenai detil investasinya," terangnya.
Sebagai informasi, nilai produksi farmasi nasional mencapai US$ 532 juta pada tahun 2014, atau tumbuh sebesar 16,98 persen dibanding nilai tahun sebelumnya dengan besaran US$ 455 juta di tahun lalu. Pada kuartal pertama tahun 2015, sektor industri farmasi bertumbuh 9,05 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Sedangkan grup Bayer pada tahun lalu telah mengeluarkan belanja modal sebesar 2,5 miliar euro dan research and development senilai 3,6 miliar euro untuk pengembangan bisnisnya di seluruh dunia. (gen)