Disfungsi ereksi (DE) adalah salah satu masalah kesehatan yang paling umum terjadi pada laki-laki dan lebih umum dengan bertambahnya usia. DE kronis memengaruhi sekitar 5 persen laki-laki di usia 40-an, dan 15-25 persen pada laki-laki di atas 65 tahun.
95 Persen kasus DE telah mendapatkan pengobatan yang memuaskan. Disfungsi ereksi dapat diobati pada usia berapa pun, dan kesadaran fakta ini telah berkembang. Banyak pria telah mencari bantuan dan kembali ke aktivitas seksual normal karena perawatan yang berhasil untuk disfungsi ereksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak diperkenalkan PDE-5 inhibitor pertama, Viagra, telah terjadi perubahan mendasar dalam pengobatan disfungsi ereksi. Meskipun ada beberapa pilihan perawatan non-bedah, jelas terapi oral telah merevolusi pendekatan pengobatan untuk pasien disfungsi ereksi.
“Sildenafil awalnya diteliti untuk pelebaran pembuluh darah jantung. Tapi peneliti malah melihat yang melebar lebih banyak (pembuluh darah) di penis. Ini sebuah anugerah. Revolusi di dunia kedokteran untuk obat disfungsi ereksi yang berhasil,” kata Andri Wanananda, dokter dan pengamat kesehatan sesual, saat dihubungi CNN Indonesia, Jumat (5/12).
Levitra adalah PDE-5 inhibitor kedua yang hadir di pasar Amerika Serikat, dan telah disetujui oleh FDA pada 19 Agustus 2003. Levitra diproduksi oleh Bayer Pharmaceuticals Corporation.
Sementara Cialis adalah PDE-5 inhibitor ketiga untuk pasar di Amerika Serikat dan telah disetujui oleh FDA pada 21 November 2003. Cialis diproduksi oleh Lilly ICOS LLC.
Keuntungan utama dari tiga obat ini adalah meningkatkan aliran darah di penis dalam menanggapi rangsangan seksual. Ketiga obat ini tidak menyebabkan ereksi pada waktu yang tidak tepat, karena hanya bertindak jika ada rangsangan seksual.
“Ketiga obat itu hanya bisa menimbulkan ereksi jika ada rangsangan seksual. Kalau tidak ada, ya tidak bisa berdiri,” ujar Andri, yang tergabung dalam Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI).
Perbedaan sildenafil, tadalafil, dan vardenafil
“Perbedaan ketiga itu hanya pada reaksi dan durasi,” kata Andri menjelaskan.
Dilansir emedexpert, reaksi sildenafil sekitar 30 menit sebelum berhubungan intim (efek tertunda jika dikonsumsi dengan makanan); vardenafil bereaksi setelah 25 menit (efek tertunda karena makanan berlemak); dan tadalafil bereaksi 16-45 menit (efek tidak tertunda oleh makanan).
Untuk durasi kerja, sildenafil bisa bekerja 4 sampai 5 jam, vardenafil 4 sampai 5 jam, sedangkan tadalafil bekerja hingga 36 jam.
Namun penggunaan ketiga obat disfungsi ini dapat menimbulkan beberapa efek samping. Untuk sildenafil, efek samping yang umum adalah wajah kemerahan, sakit kepala, dan gangguan pencernaan; vardenafil efek sampingnya kemerahan pada wajah dan sakit kepala; sedangkan tadalafil efek sampingnya sakit kepala dan gangguan pencernaan.
(mer/utw)