Sebagai informasi, Menteri Susi pernah merilis daftar tujuh investor yang terindikasi melakukan penipuan izin pendirian pabrik UPI guna mendapat cap legal ekspor dari KKP. IAFI menempati urutan pertama daftar tersebut.
(Baca juga: Menteri Susi Bongkar Modus 7 Perusahaan Pengelola Ikan Fiktif).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IAFI merupakan perusahaan pengolahan ikan internasional yang berbasis di Pasig City, Metro Manila, Filipina. IAFI mulai beroperasi di Indonesia sejak 2009 dan telah mempekerjakan lebih dari 500 warga Indonesia.
Menurut Jonathan, fasilitas pengolahan dan operasional IAFI secara teratur diperiksa oleh instansi-instansi pemerintah terkait, serta memiliki sertifikasi dari badan akreditasi Internasional seperti BRC dan IFS. Pada 2012, IAFI juga mendirikan perusahaan perikanan PT Van deZee, yang sampai sat ini belum beroperasi.
"Dengan demikian, IAFI menegaskan bahwa tuduhan-tuduhan terhadap kami adalah menyesatkan dan tidak benar," ujarnya menegaskan.