“Untuk depo LRT kan perlu 6 hektar. Kami meminta supaya itu di-support dari DKI,” kata Direktur Operasional V Adhi Karya, Pundjung Setiabrata ketika ditemui di kantor Kementerian Perhubungan, Rabu (3/6).
Pundjung mengatakan persoalan lahan ini masih belum tuntas dibicarakan dengan Pemprov DKI Jakarta. Khusus untuk depo, Adhi Karya membidik sejumlah lahan di wilayah Cibubur. Selain itu, BUMN konstruksi ini juga membutuhkan lahan di Cawang untuk pembangunan stasiun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir ini ada solusinya lah karena ini kan juga untuk membantu kemacetan di Jakarta. Pasti ada kontribusi dari Pemprov DKI untuk mempermudah solusi ini agar bisa dijalankan," kata Punjung.
Sebagai informasi, tahap pertama pembangunan proyek LRT ini akan meliputi dua koridor utama, yakni Cibubur-Cawang-Dukuh Atas dan Cawang-Grogol. Ground breaking tahap pertama rencananya akan dilakukan pada tanggal 17 Agustus 2015 dan diperkirakan selesai dalam waktu tiga tahun. Adapun dana yang dialokasikan Adhi Karya untuk pembangunan proyek ini mencapai Rp 701 miliar.