"Saya sudah minta ke Direktur Utama Garuda Indonesia (Arif Wibowo) supaya di-review lagi operasinya terus di-review lagi penjadwalan cockpit crew, briefing bagaimana, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diharapkan," kata Jonan, Kamis (4/6).
Sebelumnya, pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA7040 tujuan Denpasar-Lombok tergelincir sewaktu mendarat di Bandara Internasional Lombok pada 3 Februari 2015 silam. Kemudian, dua hari lalu , pesawat Garuda GA618 rute Cengkareng- Makassar tergelincir di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini lagi diperiksa semua. Kalau yang nanti (berdasarkan hasil investigasi) dia lalai atau gegabah, nanti dikasih surat teguran untuk corrective action," tuturnya.
Tunjuk Direktur Keselamatan
"Maskapai sebesar Garuda, sebesar Lion harusnya ada safety director, tidak bisa levelnya cuma di bawah direktur saja. Kalau slip atau overrun misalnya di Ujungpanjang, ruginya berapa dia? Kehilangan pendapatan, kesempatan kan? Belum pesawatnya harus dicek lagi," ujarnya.
Dalam kesempatan berbeda, Direktur Utama Garuda Arif Wibowo enggan berkomentar lebih jauh terkait insiden Garuda di Bandara Sultan Hasannudin. "Untuk itu (penyebab tergelincirnya pesawat), saya no comment dulu. Tunggu hasilnya saja nanti," ujar Arif ketika ditemui di kantor Kemenhub. (gen)