Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Halim Alamsyah mengatakan sentimen internasional turut memberi andil atas pelemahan rupiah. Rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) dan konflik Yunani dengan utangnya kepada IMF dinilai sangat berpengaruh terhadap penekanan rupiah.
"Ditambah juga memang menjelang akhir Mei lalu kebutuhan valas agak naik karena untuk kebutuhan membayar utang," kata Halim, saat ditemui di Gedung BI Pusat, Jakarta, Jumat (5/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biasanya kalau upah sudah naik, inflasi di AS cenderung naik. Nah kalau inflasinya naik, The Fed mungkin akan menaikkan suku bunga. Nah ini yang kita tunggu," katanya.