Tembus Rp 13.200, Rupiah Anjlok ke Level Terendah Sejak 1998
Jumat, 05 Jun 2015 10:06 WIB
Mata uang rupiah. (REUTERS/Beawiharta)
Taye Shim, Kepala Riset PT Daewoo Securities Indonesia menilai semakin terpuruknya rupiah akibat pelarian modal yang terpicu oleh pelemahan ekonomi nasional. Posisi rupiah saat ini merupakan yang terparah sejak krisis moneter melanda Indonesia pada 1998.
Menurut Taye, kejatuhan kurs paling dalam terjadi ketika puncak krisis keuangan Asia meruntuhkan ekonomi Indonesia, yakni pada 17 Juni 1998 saat rupiah berada di level Rp 16.650 per dolar AS
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Taye menuturkan perlambatan ekonomi Indonesia belakangan ini mempercepat aksi jual aset oleh investor asing dan menyebabkan repatriasi dana. Hal ini berimplikasi pada terdepresiasinya rupiah sebesar 5,9 persen sejak awal tahun dan menjadi yang terburuk di kawasan Asia.
“Selain itu, kenaikan suku bunga global telah mendorong investor untuk mangalihkan posisi dagang yang besar dari negara berkembang," katanya.
Daewoo Securities sampai saat ini memprediksi rupiah masih akan melemah ke kisaran Rp 13.200 per dolar AS.
“Kami mempertahankan pandangan kami bahwa pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) akan meningkat di semester II 2015. Sementara rata-rata nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bakal berada di level Rp 13.200 untuk tahun ini, atau lebih buruk dari rerata tahunan sebelumnya di level Rp 12.913 per dolar AS,” jelas Taye.
STATIC BANNER
300x250
300x250
STATIC BANNER
300x250
300x250
ARTIKEL TERKAIT
STATIC BANNER
300x250
300x250
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
LIHAT SEMUA
Lihat Semua
TERPOPULER
BERITA UTAMA
REKOMENDASI UNTUK ANDA
LAINNYA DARI DETIKNETWORK