Bahkan menurut Sudirman, perwakilan pemerintah ke-lima negara tersebut juga menyatakan kesiapannya untuk berinvestasi di sektor hulu dan hilir minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia.
“Saat ini Indonesia sudah membeli 1 juta barel minyak mentah dari Angola. Karena Pertamina sedang melakukan revitalisasi kapasitas produksi kilang dari 800 ribu barel menjadi 1,6 juta barel per hari maka akan dibutuhkan pasokan yang lebih besar lagi,” ujar Sudirman dikutip dari laman Kementerian ESDM, Minggu (7/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dorongan agar masing-masing BUMN migas ke empat negara lain bisa bekerjasama dengan Pertamina dalam pembangunan kilang juga disampaikan Sudirman kepada perwakilan pemerintah Arab Saudi, Kuwait, Irak, dan Uni Emirat Arab.
“Pertemuan-pertemuan tersebut mendapatkan hasil yang positif, yakni negara-negara tersebut menyatakan dukungan untuk membuka peluang berinvestasi di sektor migas,” kata Sudirman. (gen)