Akankah Celerio ‘mengkanibal’ pasar Splash? Davy J. Tuilan, Deputi Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales tidak berani menjamin 100 persen bahwa Celerio tidak akan menggerus pasar Splash.
Tapi dia yakin, suatu hari nanti akan tercipta dua segmentasi yang berbeda, antara pengguna Splash dan Celerio. Apalagi, kedua mobil mengusung teknologi yang agak berbeda. Celerio, kata Davy, masuk dengan mengikuti mainstream desain mobil hatchback.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika CNN Indonesia mencoba duduk di kabin belakang mobil itu, memang terasa lega dan lutut tak bersentuhan dengan jok di baris depan. Di samping itu, Celerio sudah mengadopsi teknologi transmisi CVT alias continuously variable transmission, seperti di mobil premium.
Untuk mendukung konsep mobil perkotaan (City car), Suzuki mendesain yang diperkenalkan di Jenewa pada Maret 2014 ini, dengan dimensi yang mungil. Panjangnya 3.600 milimeter, lebar 1.600 mm, dan tinggi 1.540 mm. Ground clearance-nya 145 mm. Adapun radius putarnya 4,7 meter sehingga mampu bermanuver dengan mudah di kepadatan lalu lintas perkotaan.
Fitur keamanannya antara lain sabuk keselamatan di depan dan kabin belakang. Ditambah airbag untuk pengemudi dan penumpang depan. Melongok ke dapur pacu, Suzuki mengadopsi mesin K10B tiga silinder DOHC berkapasitas 998 cc dengan teknologi drive by wire untuk konsumsi BBM yang lebih pintar. Mesin ini mampu menyemburkan tenaga maksimal 68 PS pada putaran 6.800 rpm.
Mobil yang dibanderol Rp 146 juta untuk versi manual dan Rp 158 juta untuk CVT ini tersedia dalam pilihan 4 warna: kuning, silver, hitam, dan putih. (ags)